Komunikasi Maya
Saat kita berkenalan. Kita berada dalam sebuah ruang virtual, suatu ruang dimana semua komunikasi dan transkomunikasi makna dan nilai menjadi sedemikian sangat cair. Sangat mudah, sangat dekat, sekaligus sangat rapuh. Kondisi ini seringkali kita menyebutnya sebagai maya.
Sebuah wahana yang sangat random, penuh dengan ketersaling terbukaan semu, penuh dengan nilai dan kondisi yang juga sama semunya. Sebab yang ada memang realitas virtual itu sendiri dimana. Realitas yang hadir tidak memerlukan sebuah indera yang sejati. Ini dunia maya man…..
Ruang pertukaran identitas bukan lagi disekolah, di rumah, lingkungan, di mall, di tempat ngeceng dan gaul, di alun-alun, direstoran atau dibus
kota sekalipun misalnya dan sebagainya. Melainkan juga ruang pertukaran identitas telah sangat berkembang dengan mengiringi laju perkembangan dunia teknologi komunikasi dan telekomunikasi. Dunia internet mambuka ruang pertukaran identitas yang sangat terbuka. Sangat tranparan, sangat digital. Ruang yang tercipta menjadi ruang hipersimbolik, hipertransparan, hiperealitas, hiperidentity, hiperkreasi, hiperimajinasi dan sebagainya.
Beauty_Angel. Adalah sebuah kode dari sebuah identitas maya. Sebuah ruang yang lagi-lagi bisa menjadi benar dalam definisi realitas kesemu-an-nya belaka. Bahkan menjadi hiperealitas, dimana dan juga karena pertemuan ruang privasi bukan hanya menjadi milik dua orang yang saling berkomunikasi, melainkan, ruang yang sangat terbuka bagi miliaran individu bertemu secara random dengan kode-kode virtual, dimana identitas dibuat bukan saja sebagai alat penggambaran diri, melainkan juga identitas terkadang dibuat sebagai alat pengkaburan diri. Identitas menjadi sebuah alat transkomunikasi dalam hiperealitas menjadikan identitas tesebut sebuah petualangan mengeksplorasi.
Identitas dunia kita. Dunia realitas. Dimana seorang Venny adalah seorang manusia dengan bentuk manusianya, jika kita masuk kedunia maya. Maka bentuk identitas bukan lagi bentuk venny seorang manusia melainkan bentuk venny sebagai sebuah nama. Apalah arti sebuah nama kata Shakespeare. Namun kata-kata sastra ini justru sebenarnya mengandung pengertian bahwa sebuah nama menjadi sebuah identitas yang maha penting untuk menggambarkan sebuah sosok, sesosok placenta yang bernama manusia. Dalam dunia maya, sesosok placenta tadi berubah demikian cepat menjadi sesosok image.
Sekarang kita berada dalam tataran image. Dimana seorang dadan, mungkin akan dibuat, dibangun sedemikian tampan, rupawan, atletis, menyenangkan, cerdas, baik, dan sebagainya. Adalah bentuk dari bangunan image. Bangunan yang memang dibangun dengan sebuah tujuan yang memberikan kesan affirmatif atau bahkan akumulatif.
Bahkan seorang laki-laki setengah baya (berumur 48th. misalnya) membangun sebuah image bahwa dia masih berumur 24 tahun dengan hanya memberikan sebuah identitas maya. cogan_cari_ce. Ini bukan sekedar untuk merepresentasikan simbolisasi makna pencarian, melainkan simbolisasi ketampanan dan kemudaan yang teramat dibuat-buat.
Siapa yang bisa mengira jeaniffer22 adalah seorang banci yang sudah berganti kelamin, atau lisa_cute ternyata seorang cowok yang sedang mencari mangsa untuk sekedar iseng, atau Jandamudamanis adalah seorang PTS (pria tuna susila=gigolo)hehehehehe. Mungkin reaksi sesaat kita akan terpingkal mendengarnya. Tapi ini ada, dan sebagai sebuah realitas. Media internet membentuk realitas atas realitasnyanya sendiri. Dan itu yang kita namakan hipereality.
Sudah jamak, bahwa dalam pergaulan dunia cyber, tidak memakai nama aslinya, bahkan didalam berbagai mailing list yang bertopik seriuspun, kita masih bisa mendapati banyak orang menggunakan nickname ketimbang nama aslinya. Nickname bukan semata-mata nama pengganti bukan? Sadar atau tidak, ada banyak pertimbangan ketika seseorang memilih nickname. Dan apapun pertimbangan dibelakang pemilihan sebuah nickname muaranya adalah pencitraan diri.
Nickname-nickname itu juga menyebarkan pesan , “Temukanlah Aku”. Berbarengan dengan itu, dalam sebuah chat room, nickname juga sekaligus mempunyai prefesensi tertentu mengenai topik dan lawan bicara yang ia kehendaki. Dalam dunia cyber berbagai kepentingan menjadi santapan mulai dari kepentingan sosiologis, ekonomis, atau bahakan biologis (kasarnya). Dapat kita jumpai disini.
dadan2004